Langsung ke konten utama

Usia dan jangkauan pemimpin Aceh untuk Pembangunan Aceh Berkelanjutan

 

Berpikirkah para pemangku jabatan untuk kemajuan Aceh 30 tahun ke depan?

Adakah rencana anggota DPRK dan DPRA untuk pendidikan, kesejahteraan dan kemajuan Aceh?

Atau hanya berpikir pokir, ditaruk ke kerabatnya  dan tak ada evaluasinya?

Tak ada manfaat untuk orang lain, untuk Aceh?

Apakah sudah tepat rencana anggaran tahun ini?



Apa rencana Gubernur Aceh hanya untuk lima tahunan saja? Pj Gubernur piye kabare? Apa saja yang sudah selesai?

Apa jalan, bangunan, infra merah dan infrastruktur sudah sesuai dengan spek? Ada standar keamanan? Evacuation route? Ramah lingkungan? ramah anak? Ada jalan untuk difabel?

Atau hanya proyek yang dibangun untuk mengeruk laba saja?

Bagaimana dengan perencanaan pengentasan kemiskinan? Apa benar orang miskin akan dipindahkan ke provinsi lain biar tak ada lagi orang miskin di Aceh?

Atau ada rencana strategis? Penciptaan lapangan bola dan lapangan kerja untuk penganguran di Aceh?

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Kau Menikam (dengan) Ku

Sebenarnya hidup ini biasa saja. Mau jadi orang biasa. Ya lakukanlah hal yang biasa. Hidup aku hidup orang biasa. Hidup aku biasa saja. Beberapa tahun ini. Tamat kuliah. Bekerja di kantor kontraktor ayah. Selasa ngajar di sekolah. Yang membuat hidup ini sekarang susah payah adalah teman-teman yang sudah menikah.                 Beberapa tahun kedepan aku terancam hidup tanpa mereka. Tanpa cinta sudah jalan beberapa tahun saja. Setelah di putuskan. Di tolak. Di acuhkan. Di sia-siakan. Perlahan hati ini tidak punya rasa lagi. Hati sudah di simpan di dalam lemari. Di balik baju yang tak di pakai lagi.                 Teman pertama yang menikah adalah si Ayi, kami sedikit shock! Kok ada cewek yang mau sama dia. Mau menikah lagi, hidup bersama selamanya. Luar biasa. Anaknya sudah dua. Luar biasa, walaupun kedua anaknya menangis waktu di lahirk...

Untukmu Ketua FLP yang Baru

Asalamualaikum, tulisan ini ditulis dalam rangka pemilihan ketua FLP baru, saat pertama bergabung saya melihat teman-teman yang luar  biasa di FLP baik dari segi kesolehan dan kesolehahannya dan dari segi tulisannya. Dari segi keorganisasian juga warwiasa dan sering ada acara-acara. Tahun-tahun menyenangkan saat ada Roby, Riza, Ade, Junaidah, Isni,   Ferhat dan lain-lain yang tidak disebut jangan marah. Selain mereka pekerja ulung yang punya kecintaan besar untuk FLP, tulisan-tulisan mereka pun rasanya sulit untuk saya tandingi. Seiring dengan perjalanan waktu, semua berubah saat Negara api menyerang. Hilangnya beberapa punggawa yang bekerja diluar daerah, menikah dan terbang keluar negeri membuat organisasi yang kita cintai ini berkurang gregetnya. Tidak tahu juga kenapa, apa karena salah di kaderisasi atau salah Jokowi. Tapi pemindahan sekret dari samping PKA ke Kp. Pineung rasanya sedikit membuat itu terjadi. Susahnya mengakses rumah pada seseorang mereka s...

Menjelajahi Wisata Wajib di Aceh: Sabang!

Di akhir pekan ini kami guru-guru dan staf satu sekolah Sukma Bangsa Pidie merayakan liburan di Sabang. Sekitar 120an orang kami bersiap menunggu bus jemputan pukul 03.00 dini hari di kampus sekolah. Di hari jumat ini kami berangkat dari Pidie menuju Banda Aceh ke pelabuhan penyebrangan Ulee Lheue. Dengan tiket sekitar 35.000 kami menaiki kapal Aceh Hebat 2.  Terombang ambing di kapal lambat selama hampir 2 jam, kami tiba di pelabuhan Balohan Sabang. Lalu kami dijemput oleh bus sekolah menuju masjid untuk melaksanakan salat jumat. Masjid penuh, kami harus mendengar khutbah dari luar dalam masjid. Setelah khutbah baru bisa kami merangsek masuk dan salat dua rakaat disambung asar dua rakaat. Lalu kami menuju Iboieh. Destinasi paling disukai di Sabang ini menawarkan panorama indah, kita bisa nginap di tepi pantai, bisa melihat ikan sambil berenang memakai google (snorkeling) bisa naik perahu kaca kalau takut berenang dan bisa juga diving untuk kalangan perenang profesional...