Langsung ke konten utama

Guru Penggerak Gebrak Sukma Bangsa Pidie, Bupati Ikut Turun Tangan

 Semua guru penggerak berkumpul di Sekolah Sukma Bangsa Pidie, sudah tiga hari sibuk membawa kayu, bambu dan benda-benda lain dan mengatakan bupati juga akan ikut agenda ini.

Rupanya ada pergelaran Lokakarya 7 hari sabtu 2 Desember 2023. Seluruh guru penggerak dan pengajar praktik menggelar karya terbaik mereka untuk dipamerkan di selasar, gedung serbaguna dan di berbagai tempat lain di kampus Sekolah Sukma Bangsa. 


 Acara yang khidmat ini dibuka oleh Pj Bupati Pidie Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si diwakili oleh sekda Pidie Syamsul Azhar, S.T  beliau berpesan kepada guru-guru penggerak dan Pengajar Praktik di Pidie supaya semakin maksimal memajukan pendidikan di daerah ini demi mewujudkan Pidie Mulia.

Sebanyak 74 Guru Penggerak dan 7 Pengajar Praktik di Sukma Bangsa hari ini. Mereka menyambut 500an tamu yang akan hadir di area sekolah untuk melihat karya mereka yang dipamerkan di sepanjang selasar.




Selain karya produk anak-anak siswa didikan mereka, di stand pameran juga ditampilkan video cerita sukses mengajar dengan berbagai metode, teknik dengan memakai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini.


Gramedia Banda Aceh juga turut hadir memeriahkan acara ini dengan menggelar bazar buku. Acara yang ramai ini disambut meriah oleh para guru, kepala sekolah, pengawas dan tamu undangan yang hadir. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Kau Menikam (dengan) Ku

Sebenarnya hidup ini biasa saja. Mau jadi orang biasa. Ya lakukanlah hal yang biasa. Hidup aku hidup orang biasa. Hidup aku biasa saja. Beberapa tahun ini. Tamat kuliah. Bekerja di kantor kontraktor ayah. Selasa ngajar di sekolah. Yang membuat hidup ini sekarang susah payah adalah teman-teman yang sudah menikah.                 Beberapa tahun kedepan aku terancam hidup tanpa mereka. Tanpa cinta sudah jalan beberapa tahun saja. Setelah di putuskan. Di tolak. Di acuhkan. Di sia-siakan. Perlahan hati ini tidak punya rasa lagi. Hati sudah di simpan di dalam lemari. Di balik baju yang tak di pakai lagi.                 Teman pertama yang menikah adalah si Ayi, kami sedikit shock! Kok ada cewek yang mau sama dia. Mau menikah lagi, hidup bersama selamanya. Luar biasa. Anaknya sudah dua. Luar biasa, walaupun kedua anaknya menangis waktu di lahirk...

Untukmu Ketua FLP yang Baru

Asalamualaikum, tulisan ini ditulis dalam rangka pemilihan ketua FLP baru, saat pertama bergabung saya melihat teman-teman yang luar  biasa di FLP baik dari segi kesolehan dan kesolehahannya dan dari segi tulisannya. Dari segi keorganisasian juga warwiasa dan sering ada acara-acara. Tahun-tahun menyenangkan saat ada Roby, Riza, Ade, Junaidah, Isni,   Ferhat dan lain-lain yang tidak disebut jangan marah. Selain mereka pekerja ulung yang punya kecintaan besar untuk FLP, tulisan-tulisan mereka pun rasanya sulit untuk saya tandingi. Seiring dengan perjalanan waktu, semua berubah saat Negara api menyerang. Hilangnya beberapa punggawa yang bekerja diluar daerah, menikah dan terbang keluar negeri membuat organisasi yang kita cintai ini berkurang gregetnya. Tidak tahu juga kenapa, apa karena salah di kaderisasi atau salah Jokowi. Tapi pemindahan sekret dari samping PKA ke Kp. Pineung rasanya sedikit membuat itu terjadi. Susahnya mengakses rumah pada seseorang mereka s...

Menjelajahi Wisata Wajib di Aceh: Sabang!

Di akhir pekan ini kami guru-guru dan staf satu sekolah Sukma Bangsa Pidie merayakan liburan di Sabang. Sekitar 120an orang kami bersiap menunggu bus jemputan pukul 03.00 dini hari di kampus sekolah. Di hari jumat ini kami berangkat dari Pidie menuju Banda Aceh ke pelabuhan penyebrangan Ulee Lheue. Dengan tiket sekitar 35.000 kami menaiki kapal Aceh Hebat 2.  Terombang ambing di kapal lambat selama hampir 2 jam, kami tiba di pelabuhan Balohan Sabang. Lalu kami dijemput oleh bus sekolah menuju masjid untuk melaksanakan salat jumat. Masjid penuh, kami harus mendengar khutbah dari luar dalam masjid. Setelah khutbah baru bisa kami merangsek masuk dan salat dua rakaat disambung asar dua rakaat. Lalu kami menuju Iboieh. Destinasi paling disukai di Sabang ini menawarkan panorama indah, kita bisa nginap di tepi pantai, bisa melihat ikan sambil berenang memakai google (snorkeling) bisa naik perahu kaca kalau takut berenang dan bisa juga diving untuk kalangan perenang profesional...