Langsung ke konten utama

Bella

Dia lahir beberapa tahun yang lalu,saat itu aku masih SMA kelas satu semester akhir. Lahir normal tanpa bantuan dari raja kekaisaran Romawi alias Caesar, hanya seorang bidan dan ada nenek aku beberapa tetangga yang membantu.
Malam itu seperti siang banyak orang dirumahku,ada yang duduk di teras di ruang tamu dan semua ibu-ibu hanya ayah dan adikku yang bukan ibu ibu, saat bella lahir, ayah melantunkan Azan di telinga kanannya,Iqamat di telinga kirinya lalu bella di baringkan dan ayah surat Al-qursi sambil memegang dadanya.
Malam itu mama harus di bawa ke rumah sakit karena pendarahan,aku,nenek dan beberapa tetangga yang tidak ikut ke rumah sakit menjaga bella, saat dia menangis,tetangga memberinya air putih dari dispenser. Aku sudah lupa apa yang terjadi setelahnya..maafkan saya kaum muslimin dan muslimat.
Bella kini berumur 2 tahun belum juga punya rambut,dia selalu bercermin dan menutup matanya,lalu membuka matanya lagi,berharap sesuatu jang magic terjadi dan rambutnya bisa tumbuh seperti anak perempuan lainnya.
Dia selalu di ejek sama abang-abangnya (termasuk aku) kalo dia bukan cewek, kalau giliran aku bawa pergi, dia kudandani seperti layaknya laki-laki, kupakaikan baju bola,antingnya aku buka dan tak pernah kutarok bedak, lalu ku bawa ke lapangan bola, duduk di pinggir lapangan bersama anak cowok lain yang di bawa juga sama ayahnya.
Saat pergi dengan adik saya yang cewek dia di pakaikan jilbab,pakek rok dan di tarok bedak di ajak jalan-jalan keliling kota, melihat laut atau pergi ke taman bermain dengan anak cewek lainnya.
Begitulah terjadi selama 6 tahun.
Kini bella sudah ada rambut,berwarna kuning keemasan, tumbuhnya tak sampai kebahu, dia sekarang sudah banyak berubah,anak kecil yang punya berjuta pertanyaan, selalu bertanya tak pernah diam,berlarian kesana kemari,sampai kepalanya kadang kadang terjedot berbalet ria, karena ceroboh dia sering menjatuhkan barang barang,sering nangis, sering marah marah kalau sesuatu gak beres menurut pikiran dia, misalnya melihat kalender, dia selalu protes kenapa kalender tidak konsisten kadang 31,30,29 kenapa tidak 30 semua tanggalnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maukah Kau Menikam (dengan) Ku

Sebenarnya hidup ini biasa saja. Mau jadi orang biasa. Ya lakukanlah hal yang biasa. Hidup aku hidup orang biasa. Hidup aku biasa saja. Beberapa tahun ini. Tamat kuliah. Bekerja di kantor kontraktor ayah. Selasa ngajar di sekolah. Yang membuat hidup ini sekarang susah payah adalah teman-teman yang sudah menikah.                 Beberapa tahun kedepan aku terancam hidup tanpa mereka. Tanpa cinta sudah jalan beberapa tahun saja. Setelah di putuskan. Di tolak. Di acuhkan. Di sia-siakan. Perlahan hati ini tidak punya rasa lagi. Hati sudah di simpan di dalam lemari. Di balik baju yang tak di pakai lagi.                 Teman pertama yang menikah adalah si Ayi, kami sedikit shock! Kok ada cewek yang mau sama dia. Mau menikah lagi, hidup bersama selamanya. Luar biasa. Anaknya sudah dua. Luar biasa, walaupun kedua anaknya menangis waktu di lahirk...

Untukmu Ketua FLP yang Baru

Asalamualaikum, tulisan ini ditulis dalam rangka pemilihan ketua FLP baru, saat pertama bergabung saya melihat teman-teman yang luar  biasa di FLP baik dari segi kesolehan dan kesolehahannya dan dari segi tulisannya. Dari segi keorganisasian juga warwiasa dan sering ada acara-acara. Tahun-tahun menyenangkan saat ada Roby, Riza, Ade, Junaidah, Isni,   Ferhat dan lain-lain yang tidak disebut jangan marah. Selain mereka pekerja ulung yang punya kecintaan besar untuk FLP, tulisan-tulisan mereka pun rasanya sulit untuk saya tandingi. Seiring dengan perjalanan waktu, semua berubah saat Negara api menyerang. Hilangnya beberapa punggawa yang bekerja diluar daerah, menikah dan terbang keluar negeri membuat organisasi yang kita cintai ini berkurang gregetnya. Tidak tahu juga kenapa, apa karena salah di kaderisasi atau salah Jokowi. Tapi pemindahan sekret dari samping PKA ke Kp. Pineung rasanya sedikit membuat itu terjadi. Susahnya mengakses rumah pada seseorang mereka s...

Menjelajahi Wisata Wajib di Aceh: Sabang!

Di akhir pekan ini kami guru-guru dan staf satu sekolah Sukma Bangsa Pidie merayakan liburan di Sabang. Sekitar 120an orang kami bersiap menunggu bus jemputan pukul 03.00 dini hari di kampus sekolah. Di hari jumat ini kami berangkat dari Pidie menuju Banda Aceh ke pelabuhan penyebrangan Ulee Lheue. Dengan tiket sekitar 35.000 kami menaiki kapal Aceh Hebat 2.  Terombang ambing di kapal lambat selama hampir 2 jam, kami tiba di pelabuhan Balohan Sabang. Lalu kami dijemput oleh bus sekolah menuju masjid untuk melaksanakan salat jumat. Masjid penuh, kami harus mendengar khutbah dari luar dalam masjid. Setelah khutbah baru bisa kami merangsek masuk dan salat dua rakaat disambung asar dua rakaat. Lalu kami menuju Iboieh. Destinasi paling disukai di Sabang ini menawarkan panorama indah, kita bisa nginap di tepi pantai, bisa melihat ikan sambil berenang memakai google (snorkeling) bisa naik perahu kaca kalau takut berenang dan bisa juga diving untuk kalangan perenang profesional...